Bagi Yusup Soleh Subagja dalam meraih fase sekarang tidaklah mudah, selain proses seleksi yang sangat ketat baik kekuatan fisik maupun pengetahuan, butuh perjuangan yang sangat besar dan kuat untuk melalui semua tahapan seleksi yang harus dilalui meski penuh dengan rintangan namun berkat kegigihan dan keteguhan hati untuk meraih cita cita tinggi. Ia mampu melalui itu semua.
Tiada hari untuk bersantai, usai tunaikan kewajiban sebagai seorang muslim pada subuh pagi hari, Yusup memulai kegiatan dengan belajar ilmu pengetahuan kemudian di lanjut dengan latihan fisik, secara rutin hal itu di lakukannya hingga akhirnya sampai pada titik di mana ketekunan dan perjuangan berbuah keindahan.
Sebelum masa bahagia yang pada akhirnya datang di tahun 2026, Yusup pernah mengalami proses kegagalan di tahun 2024 dan tahun berikutnya Tahun 2025, kegagalan itu tidak mengubur mimpi besarnya untuk membahagiakan kedua orangtuanya yang tercinta.
Yusup Soleh Subagja berasal dari desa kecil di daerah Majalengka yang bernama desa Pakubeureum Kecamatan Kertajati kabupaten Majalengka Jawa Barat, Ayahnya Edi Jubaedi hanya seorang petani kecil yang setiap harinya bergelut dengan lumpur sawah, sedangkan ibunya Kokom Komalawati cuma pedagang kecil, namun mereka mampu mendidik dan membesarkan sosok Taruna Akpol Angkatan Den 61 kebanggan daerah Majalengka.
Dari ratusan Taruna yang di kukuhkan dalam Wisuda Prabhatar Akademi TNI dan Kepolisian Tahun 2026 mereka merupakan orang orang pilihan dan Yusup Soleh Subagja salah satu yang termasuk orang orang terpilih untuk nantinya mengabdi kepada negara menjaga persatuan dan kesatuan Bangsa ( NKRI harga mati ).
Kegigihan, ketekunan dan perjuangan yang panjang hingga akhirnya berbuah manis, Yusup Soleh Subagja tetap menjadi sosok yang berwibawa tetap rendah hati, tidak sombong, tidak pernah melupakan orang orang yang telah memberikan dukungan, terutama kedua Orang tuanya yang selalu berdo'a siang malam. (mdt).

















