Senin, 30 April 2018

Pengukuhan Pengurus KIM Kota Tasikmalaya


Kota Tasikmalaya
Mediatasik.com. Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Tasikmalaya melaksanakan Pengukuhan Pengurus Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Kota Tasikmalaya Periode Tahun 2018 s/d 2023, yang diselenggarakan di Gedung Serbaguna Setda Kota Tasikmalaya. Dengan tema “Memperkuat dan Menumbuhkan Partisipasi Masyarakat terhadap Pembangunan Daerah Berkelanjutan Menuju Kota  Tasikmalaya yang Religius, Maju dan Madani”. Senin (30/4/2018).

Sekretaris Daerah Kota Tasikmalaya, Drs. H. Ivan Dicksan membuka dan sekaligus mengukuhkan pengurus KIM Periode 2018 s/d 2023. Acara dihadiri, Perwakilan Kominfo Propinsi Jawa Barat, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Tasikmalaya, Asep Maman Permana, Ketua KIM Kota Tasikmalaya Deni Sonjaya, para Camat, para Lurah, serta para anggota KIM se Kota Tasikmalaya.



Dalam laporan, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Tasikmalaya, Asep Maman Permana menyampaikan bahwa berdasarkan Permenkominfo nomor. 08 Per/M. Kominfo/6/2010, tentang pedoman pengembangan dan pemberdayaan lembaga komunikasi sosial, dimana dalam aturan tersebut diamanatkan agar seluruh pihak terkait yang terlibat dalam kegiatan pengembangan dan pemberdayaan KIM perlu didayagunakan, sehingga pemberdayaan KIM di daerah dapat dilaksanakan secara lebih efektif, demikian laporannya.

Kadis Kominfo menjelaskan, jumlah anggota KIM yang terdaftar dalam kepengurusan dari tingkat Kota Tasikmalaya, tingkat kecamatan dan kelurahan berjumlah 748 orang, sementara yang dikukuhkan sebanyak 472 orang yang terdiri dari: pengurus forum KIM tingkat kota 28 orang, tingkat kecamatan sebanyak 30 orang, masing-masing kecamatan menghadirkan 3 orang pengurus, dan pengurus KIM tingkat kelurahan sebanyak 414 orang masing-masing kelurahan 6 orang pengurus, demikian jelasnya.

Dalam sambutannya, Sekda Kota Tasikmalaya, Ivan Dicksan mengatakan, pemerintah Kota Tasikmalaya terus mendorong dan mengembangkan peran serta masyarakat, salah satunya melalui KIM yang dibentuk dan dikelola “dari masyarakat, oleh masyarakat, untuk masyarakat” yang berorientasi kepada layanan informasi serta menjadi mitra pemerintah.
KIM menjadi jembatan penghubung informasi atau kepanjangan tangan pemerintah atas kebutuhan informasi yang dibutuhkan oleh masyarakat atau sebaliknya, sehingga masyarakat terpenuhi dalam memperoleh informasi, demikian.

Kepada yang tergabung dalam KIM, Sekda juga berharap bahwa informasi-informasi yang dibutuhkan masyarakat, ini bisa disaring melalui kelompok informasi masyarakat sebagai aktualisasi masyarakat, harapannya. (mdt 1-2).
Share:

Kab. Tasikmalaya Peringatan Hari OTDA ke-22 dan Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional

Kabupaten Tasikmalaya
Mediatasik.com. Pemerintah Daerah Kabupaten Tasikmalaya mendapatkan penghargaan Kinerja Status Sangat Tinggi Bintang Tiga pada acara Puncak Peringatan Hari Otonomi Daerah ke-22 pada tanggal 25 April 2018 di Jakarta. Penghargaan tersebut didapatkan berdasarkan laporan penyelanggaraan Pemerintah Daerah (LPPD) Tahun 2016 dengan nilai 3.4185. “Penghargaan ini merupakan prestai bersama hasil kerjasama dan kerja bersama seluruh perangkat daerah di lingkup Pemerintah Daerah Kabupaten Tasikmalaya”, demikian yang disampaikan Sekda Kabupaten Tasikmalaya Drs.H. Abdul Kodir, M.Pd., pada Apel Pagi yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Otonomi Daerah (Otda) ke-22 dan Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional, yang berlangsung di Halaman Kantor Setda Kabupaten Tasikmalaya, Senin (30/4/18).

Sekretaris Derah Kabupaten Tasikmalaya, menyampaikan sambutan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo terkait Hari Otonomi Daerah ke-22 yang mengingatkan agar kepala daerah dan perangkat daerah tidak takut untuk berinovasi, karena inovasi sudah menjadi solusi berbagai persoalan di daerah.“Sudah ada jaminan perlindungan hukum, bahwa inovasi tidak bisa dipidanakan. Inovasi bukan hanya mampu menjadi solusi berbagai permasalahan di daerah tapi juga menjadi kunci untuk meningkatkan daya saing bangsa di tingkat dunia“.
 
Pada peringatan Hari Otda dengan tema ‘Mewujudkan Nawa Cita Melalui Penyelenggaraan Otonomi Daerah yang Bersih dan Demokratis’. Mendagri juga menyampaikan agar penyelenggaraan otonomi daerah harus bersih dan demokratis guna mewujudkan kesejahteraan rakyat. “Otonomi daerah diarahkan untuk membangun tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif, demokratis dan terpercaya,” kata Mendagri.

Mendagri mengingatkan, netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN) pada pelaksanaan pilkada serentak yang akan diselenggarakan pada 27 Juni 2018 mendatang di 171 daerah.
“Kepada seluruh ASN, saya ingatkan untuk menjaga netralitas selama Pilkada berlangsung. Pemerintah tidak akan sungkan memberi sanksi yang tegas, jika ada ASN yang mencoba-coba menjadi tim sukses calon kepala daerah tertentu,” tandasnya.

Terkait Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional Sekretaris Daerah Kabupaten Tasikmalaya mengatakan, intensitas dan kompleksitas bencana telah menimbulkan korban jiwa, kerusakan dan kerugian yang besar. “ Kerugian yang diakibatkan bencana merupakan urusan semua pihak. Kita semua hendaknya memahami risiko dan berbagi peran dan tanggungjawab dalam menangani dampak dari bencana, “katanya. (mdt 1-2).

Share:

Wabup Tasikmalaya: PRAMUKA Perkuat Pendidikan Karakter

Kabupaten Tasikmalaya.
Mediatasik.com. Pramuka merupakan wadah yang tepat untuk dapat mencetak generasi bangsa yang berkarakter. Kita harus kembali ke jati diri sebagai bangsa Indonesia yang selalu murah senyum, ramah tamah, hidup bergotong royong. Jati diri itu dapat dibangun dengan sistem pendidikan yang tidak hanya mencetak anak cerdas, tapi mampu membuat anak berahlak baik dan berkarakter, kata Wakil Bupati Tasikmalaya H.Ade Sugianto S.IP saat memberikan pengarahan pada acara Rapat Koordinasi dan Seminar Kwartir Cabang (Kwarcab) Pramuka Kabupaten Tasikmalaya, yang berlangsung di Hotel Bumi Nusantara Kabupaten Pangandaran, (29/4/18).

Acara tersebut dihadiri oleh Ketua DPRD Kabupaten Tasikmalaya selaku Ketua Kwarcab Kabupaten Tasikmalaya, Ketua Panwaslu Kabupaten Tasikmalaya Dodi Juanda, dan pengurus Kwarcab Kabupaten Tasikmalaya.
 
Wakil Bupati mengatakan, untuk menciptakan anak yang berkarakter dan berahlak baik, perlu diciptakan sistem pendidikan yang mengoptimalkan muatan pendidikan karakter.”Pendidikan Agama dan budi pekerti di sekolah-sekolah itu hanya dua jam pelajaran dalam seminggu, itu tidak cukup untuk membentuk karakter anak yang baik, perlu tambahan pendidikan karakter pada mata pelajaran yang lain agar output pendidikan bisa dirasakan manfaatnya lebih baik”. Pemerintah Daerah Kabupaten Tasikmalaya saat ini tengah melakukan upaya akselerasi pembangunan dengan memfokuskan diri pada tiga masalah pokok pembangunan yaitu penanggulangan kemiskinan, penataan destiasi pariwisata, dan peningkatan produktifitas pertanian. Untuk mencapai ketiga hal tersebut, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Tahun 2016-2021 yang telah dilaksanakan selama dua tahun perlu dilakukan review karena harus selaras dengan kebijakan pembangunan nasional.
 
“Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) kita bersumber dari Pemerintah Pusat dan Provinsi. karena itu, maka arah dan dan fokus pembangunan kita di daerah pun harus harmonis dan selaras dengan arah kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Pusat. dengan kata lain, APBD kita adalah alat untuk menyelaraskan kebijakan pembangunan pusat dengan kepentingan masyarakat Kabupaten Tasikmalaya”,kata Wakil Bupati. (mdt 1-2)

Share:

Jumat, 27 April 2018

Kabupaten Tasikmalaya Kembangkan Kawasan Wisata Galunggung

Kabupaten Tasikmalaya
Mediatasik.com. Pemerintah Daerah Kabupaten Tasikmalaya  akan terus berupaya menata potensi  alam Kawasan Wisata Galunggung sehingga menjadi destinasi dan ikon wisata unggulan di Kabupaten Tasikmalaya. Revisi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Tasikmalaya yang dilakukan tahun ini, diharapkan akan membawa dampak positif bagi perkembangan pariwisata di Kabupaten Tasikmalaya. Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Bupati Tasikmalaya H.Ade Sugianto S.IP., yang sambutannya dibacakan oleh Staf Ahli Bupati Tasikmalaya Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia Drs.Iing Faridz Khozin, M.Si dalam acara Do`a Bersama Memperingati 36 Tahun Meletusnya Gunung Galunggung Sebagai Daya Tarik Pesona Wisata,  yang berlangsung di Kawasan Wisata Cipanas Galunggung, Jumat (27/4/18).

Wakil Bupati berpesan agar membangun bidang pariwisata jangan dipandang secara picik karena akan mendatangkan maksiat di tengah masyarakat.”Kita harus melihat bahwa pariwisata itu akan mendatangkan kesejahteraan bagi masyarakat,   perekonomian akan tumbuh jika sektor wisata dapat dikelola secara baik dengan konsep wisata syariah. Tidak harus berdiri hotel-hotel megah, tapi rumah-rumah penduduk pun dapat ditata menjadi  tempat istirahat para wisatawan, asal dikelola dengan baik dengan regulasi yang tepat, “pesannya.

Wakil Bupati mengapresiasi pelaksanaan acara do`a bersama sebagai upaya untuk memohon do`a kehadirat Allah SWT agar selalu diberikan  bimbingan, petunjuk, dan dapat bertafakur bahwa dibalik kejadian meletusnya Gunung Galunggung ada hikmah yang dapat dirasakan manfaatnya hingga saat ini.“Kita memohon, semoga keindahan dan daya tarik potensi wisata Gunung Galunggung senantiasa selalu memancarkan pesona daya tarik bagi para wisatawan yang senantiasa memberikan kemakmuran bagi masyarakat Kecamatan Sukaratu pada khususnya dan masyarakat Kabupaten Tasikmalaya pada umumnya, “ katanya.

Menurut Wakil Bupati, Galunggung identik dengan Tasikmalaya artinya orang akan mengenal Tasikmalaya dengan Galunggungnya. “Galunggung itu bukan sekedar nama sebuah gunung, tetapi sekaligus merupakan simbol peradaban sunda masa lalu yang adiluhung. Hal itu dibuktikan dengan ditemukannya berbagai peninggalan masa lalu berupa situs, artefak yang menjadi bagian dari sejarah Tasikmalaya hingga kini, “tuturnya.

Gunung Galunggung pertama kali erupsi pada tanggal 8 Oktober 1822 dengan menelan  korban jiwa sebanyak 4011 orang dan 114 desa musnah. Letusan ke-2 terjadi tahun 1894 letusan ini mengakibatkan  50 desa hancur dan 22 desa diantaranya ditinggal penduduk mengungsi. Gunung Galunggung terakhir meletus pada tanggal 5 April tahun 1982.

Selain Do`a Bersama rangkaian acara peringatan 36 tahun meletusnya Gunung Galunggung akan diisi dengan kegiatan gerak jalan santai yang akan berlangsung hari Sabtu tanggal 27 April 2018. (mdt 1-2).
Share:

Kamis, 26 April 2018

Peringatan Isra Mi’raj 1439 H di Masjid Agung Kabupaten Tasikmalaya

Kabupaten Tasikmalaya
Mediatasik.com. Diantara hikmah peristiwa Isra Mi’raj yang dialami oleh Nabi Muhammad SAW adalah diterimanya secara langsung perintah Shalat lima waktu dari Allah SWT untuk disampaikan kepada umatnya. Perintah shalat merupakan ibadah yang sangat penting, melalui pengamalan  shalat seorang hamba dapat mencapai derajat yang terpuji di hadapan Allah SWT, demikian sambutan Wakil Bupati Tasikmalaya yang dibacakan oleh Staf Ahli Bupati Tasikmalaya Bidang Pemerintahan dan Hukum Drs.Roni Syahroni MM., pada acara Peringatan Isra Mi’raj Tingkat Kabupaten Tasikmalaya yang berlangsung di Masjid Agung Baiturrohman Kabupaten Tasikmalaya. Kamis (26/4/18) 

Kegiatan tersebut di isi dengan tabligh Akbar sebagai penceramah K.H Jeje Abdul Aziz, dan  dihadiri oleh para kepala SKPD di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Kabupaten Tasikmalaya, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tasikmalaya, dan para warga pengajian Masjid Baiturrohman. 

Sementara itu, Roni mengatakan, Peristiwa Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW sarat dengan berbagai peristiwa simbolis. Berbagai bentuk pengalaman yang dialami oleh Nabi Muhammad SAW selama perjalanan Isra Mi’raj itu dimaksudkan dan diperlihatkan oleh Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW agar beliau mampu memahami sebagian dari tanda-tanda kekuasaannya dan kebesarannya. Pengalaman tersebut kemudian disampaikan kepada umatnya agar direnungkan dan dipetik hikmahnya, sehingga umatnya mampu meraih martabat lebih tinggi di sisi Allah SWT.
Melalui peringatan Isra Mi’raj kaum muslimin dan muslimat dapat bersama-sama memantapkan pelaksanaan shalat. “Peningkatan kualitas shalat perlu dipelihara, sehingga setiap muslim dapat merasakan shalat sebagai kebutuhan yang harus dipenuhi, bukan sebatas kewajiban yang senantiasa ditunaikan, “ katanya. 

Roni menambahkan, diantara pesan moral yang terkandung dalam pelaksanaan shalat adalah terciptanya secara nyata sebuah bentuk masyarakat yang penuh dengan nilai kebersamaan, kesatuan, keadilan, kejujuran, kesantunan, kasih sayang, dan persaudaraan.
“Jika shalat dilaksanakan dengan khusuk dan benar, maka akan mengantarkan kita pada keteraturan, ketertiban, kedisiplinan,dan istikomah dalam menjalankan proses kehidupan sehari-hari. Sebab dalam shalat terdapat prinsip keteraturan dan ketepatan dalam dimensi waktu maupaun cara geraknya. Ibadah shalat juga mengandung makna kebersamaan, dan jamaah wajib mentaati, mematuhi, pimpinannya yaitu imam, “ tambah Roni. (mdt 1-2).
Share:

Total Tayangan Halaman

Arsip Blog

Media Tasik