Selasa, 06 April 2021

Yaya, Isu Dualisme Kepengurusan Dekopinda

Kota Tasikmalaya
Mediatasik.com Pelantikan/Pengukuhan ini merupakan satu kewajiban sesuai bunyi anggaran dasar dan anggaran rumah tangga daripada Dekopin, Dekopinwil dan Dekopinda  yang dari pusat sampai kepada propinsi, Kabupaten/Kota mempunyai satu ketentuan yang sama dalam AD/ART, demikian disampaikan Yaya Sunarya, SH.MM Ketua Divisi Organisasi DEKOPINWIL Jawa Barat, usai acara pelantikan/pengukuhan Pengurus Dekopinda Kota Tasikmalaya Periode 2021-2025, di salahsatu Hotel. Selasa, (6/4/2021)

Dengan adanya isu dualisme kepengurusan Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin). Kepala Divisi Organisasi Dekopin Wilayah Jawa Barat, Yaya Sunarya mengatakan, dualisme kepengurusan merupakan sebuah dinamika berorganisasi, karena tidak menutup kemungkinan, ketika sebuah organisasi tumbuh semakin besar, maka akan semakin menarik dan cantik, tidak dipungkiri bisa jadi bahan rebutan. 

Dekopin dulu tidak banyak orang meliriknya, namun setelah ada kemajuan, perkembangannya sesuai dengan perkembangan zaman, maka jadi rebutan. Jadi sebetulnya, dalam Undang-undang Nomor 25 tahun 1942 pasal 57 sampai 60, yang namanya DEKOPIN atau Lembaga Gerakan Koperasi, adalah lembaga yang bersifat Tunggal, katanya.

Menurutnya pula, kalau ada yang mendirikan lagi, itu artinya tidak sah. Jadi yang benar itu, adalah Dekopin yang sesuai dengan UU Nomor 25 tahun 1942, mengenai peran dan fungsi Lembaga Gerakan Koperasi atau DEKOPIN merupakan Organisasi tunggal, dan tidak boleh ada dualisme, pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Dekopinda Kota Tasik terpilih, Agus Rudianto SH mengatakan, kaitan dengan dualisme kepengurusan Dekopin, baik pusat, wilayah, hingga daerah, saya tidak bisa berkomentar lebih jauh. Saya juga tidak akan mengatakan, bahwa kami yang paling benar.

Kalau toh saat ini terjadi perbedaan tafsir, ya sudah biarkan melalui mekanisme hukum, karena hasil akhir dari setiap perbedaan tafsir hukum adalah Pengadilan. 

"InsyaAlloh tetap Istiqomah, dan selalu mengikuti ketentuan sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku, serta AD/ART organisasi", katanya. (mdt1/2).

Share:

Senin, 05 April 2021

Plt. Wali Kota Tasik Hadiri Pembukaan Pencetakan WUB Sektor Pendidikan

Kota Tasikmalaya
Mediatasik.com Plt. Wali Kota Tasikmalaya Drs. H. Muhammad Yusuf menghadiri kegiatan Pembukaan Pencetakan Wirausaha Baru Sektor Pendididikan, bertempat di Sanggar Kegiatan Belajar(SKB) Kota Tasikmalaya,  Senin, (5 /4/2021)
Kegiatan dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya, Kepala Bidang PAUDNI Kota Tasikmalaya, Kepala Seksi Pendidikan Masyarakat, Perwakilan DPC HIPKI Tasikmalaya, Perwakilan Lembaga Kursus dan Pelatihan serta Tamu Undangan. 

Pada kesempatan itu, Plt. Wali Kota Tasikmalaya mengatakan, untuk menciptakan 5000 Wirausaha baru dalam kurun waktu 2018-2022. Di tahun ini, Pemerintah Kota Tasikmalaya telah memberikan pelatihan kepada 2000 orang yang terus mendapatkan pengawalan dan bimbingan agar usahanya lancar dan meraih sukses. 

Pemerintah Kota Tasikmalaya akan senantiasa mendukung program kerja DPC HIPKI Tasikmalaya kedepan demi kemajuan daerah khususnya dalam bidang pendidikan dan ekonomi masyarakat, katanya.

Plt. Wali Kota menambahkan, semoga Pemerintah Kota Tasikmalaya dengan para Lembaga Kursus dan Pelatihan se-Kota Tasikmalaya dapat saling menguatkan komitmen dan persepsi bersama demi kemajuan Daerah khususnya dalam Bidang Pendidikan dan Ekonomi Masyarakat. 

Diharapkan setiap peserta dapat memanfaatkan semaksimal mungkin program pemerintah ini, semua lembaga dapat mendapatkan kesempatan yang sama dan dapat berkarya seseuai dengan bidangnya  masing masing secara berkesinambungan, tambahnya. (mdt 1/2).


Share:

Sabtu, 03 April 2021

Ketua Dekopinda Kota Tasik Terpilih Dodo Rosada, Periode 2021-2025

Kota Tasikmalaya
Mediatasik.com. Bertempat di gedung Serbaguna DPRD Kota Tasikmalaya. Dodo Rosada terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Daerah (Musda) Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Kota Tasikmalaya periode 2021-2025, Sabtu (3/4/2021), 

Menurut, Dodo Rosada meski cukup berat hati, tapi karena amanah, kemudian saya mengundang beberapa pengurus koperasi untuk melaksanakan Musda, dan Alhamdulillah hari ini, kegiatan Musda dapat terlaksana. Setelah terbentuk pengurus Dekopinda definitif, dari mulai ketua sampai dengan bidang-bidangnya, setelah terbentuk, kemudian kita susun program kerja Dekopinda kedepan.

Mudah-mudahan Dekopinda ini bisa menjadi wadah untuk memperjuangkan kepentingan koperasi, dan bertindak sebagai penyalur aspirasi koperasi, baik ditataran masyarakat, atau penyambung aspirasi koperasi kepada pemerintah, baik pusat, provinsi, atau daerah.

"Jangan sampai keberadaan koperasi menjamur dimana-mana, tapi hanya sebatas simbol saja, sementara, eksistensi dan gerakannya tidak dirasakan, apalagi untuk kesejahteraan masyarakat", katanya.

Dodo menambahkan, setelah terbentuk kepengurusan Dekopinda, nanti kita akan data jumlah koperasi yang ada saat ini, baik sudah berbadan hukum atau perorangan. Bagi koperasi perorangan, kita akan arahkan untuk segera dibentuk badan hukumnya.

Dekopinda sebagai mitra kerja pemerintah, salah satu caranya dengan turut memberi kontribusi pemikiran, bagaimana mengawal koperasi kedepan, agar lebih maju dan berkembang. 

Kita ingin membangun, mengembangkan koperasi, karena koperasi ini sudah jelas merupakan bagian dari ekonomi kerakyatan, sesuai dan sejalan dengan konstitusi Undang-undang Dasar 1945, yang termaktub dalam pasal 33 ayat 1, tambahnya. (mdt1/2).

Share:

Kamis, 01 April 2021

DPPKB-P3A Kota Tasikmalaya Launching Pendataan Keluarga Tahun 2021

Kota Tasikmalaya
Mediatasik.com Launching Pendataan Keluarga Tahun 2021 dimulai dari kediaman Plt Wali Kota Tasikmalaya Drs. H M Yusuf Jalan Ibrahim Adjie yang diselenggarakan Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempun dan Perlindungan Anak (DPPKB-P3A), Rabu (1/4/2021).

Kepala DPPKB-P3A Kota Tasikmalaya Hj Nunung Kartini menjelaskan, yang pertama akan terdata tentang kondisi keluarga se-Kota Tasikmalaya bahkan se-Indonesia. Dimana di dalamnya akan menginput data-data terutama yang berkaitan dengan Keluarga Berencana.

Petugas akan mendata berapa jumlah anak dalam satu keluarga, berapa jumlah ibu hamil, berapa jumlah anak balita, remaja dan lansia. Kemudian tahapan keluarga yang meliputi keluarga pra keluarga sejahtera dan keluarga sejahtera. 

Sehingga nanti  memudahkan pengambilan kebijakan dari Pemerintah, program apa saja yang harus di support kepada masyarakat berdasarkan hasil pendataan yang dimulai tanggal 1 April 2021 dan dilaksanakan secara serentak se-Indonesia. 

Sementara itu, hasil dari pendataan ini akan digunakan untuk penentuan program bangga kencana. Jadi akan menghitung berapa sasaran keluarga yang harus ikut Keluarga Berencana,berapa sasaran yang anggota keluarganya terdapat anak yang stunting, berapa keluarga harus mendapatkan program-program bina remaja, bina keluarga, lansia, balita, jelasnya

Jumlah Kepala Keluarga di Kota Tasikmalaya tercatat ada sebanyak 213.963 Kepala Keluarga.

Plt Wali Kota Tasikmalaya mengatakan, ini merupakan program KB pusat yang dilaksanakan secara serentak se-Indonesia melakukan pendataan keluarga, agar memiliki data konkrit. Ketika ada program yang di luncurkan lebih mengetahui dari hasil pendataan. Target di Kota Tasikmalaya Insya Allah terpenuhi atau bahkan mungkin lebih.

Selain pendataan, juga untuk menekan laju pertumbuhan penduduk. Setelah selesai dilakukan pendataan ini, agar dilakukan rekonsiliasi dengan data kependudukan dari Dinas Kependudukan untuk mengetahui hasil pendataan ini sama apa tidak dengan yang ada di Dinas Kependudukan dalam hal jumlah Kepala Keluarga," katanya. (mdt 1/2).


Share:

Total Tayangan Halaman

Media Tasik