Sabtu, 04 Maret 2017

Mega Proyek Bendungan Leuwi Keris Menuai Masalah

mediatasik.com
sekitar 200 lebih Kepala Keluarga di desa Ancol Kecamatan Cineam Kab Tasikmalaya merasa di rugikan, dalam proses pembangunan Mega proyek Bendungan Leuwi Keris yang bernilai 1,7 T bersumber dari dana APBN.
ganti rugi lahan masyarakat dalam prosesnya tidak di lakukan sosialisasi kesepakatan harga, bahkan di sinyalir adanya intimidasi ( terkesan menakuti masyarakat ) ''jika tidak tanda tangan akan berujung di pengadilan''.

Dadang Romansa ketua karangtaruna desa ancol saat di temui mengatakan, masarakat inginkan keadilan pasalnya pembangunan bendungan leuwi keris ini pembanyaran kepada masyarakat desa ancol sangat jauh di banding dengan masyarakat wilayah ciamis jika di lihat dari nilai NJOP sama dengan ciamis, ciamis punya nilai Rp 151.000/M sedangkan masyarakat ancol dinilai Rp 61.000/M, tanpa ada kejelasan, masalah lainnya banyak ukuran tidak sesuai dengan SPPT warga bahkan cenderung kurang dari nilai aslinya.

di awal proses pembangunan tidak pernah di lakukan sosialisasi kespakatan harga, yang ada hanya penandatangan oleh warga bahkan di duga terjadi intimidasi terhadap warga,'' jika warga (pemilik lahan) tidak menandatangani maka akan berujung di pengadilan, tambah dadang. mdt 1-2     

Share:

1 komentar:

Total Tayangan Halaman

Media Tasik