Kamis, 03 November 2016

Guru Besar Tetap Unsil Di Kukuhkan

mediatasik.com
Sidang Terbuka Senat Universitas Siliwangi dalam rangka Pengukuhan Jabatan Guru Besar Universitas Siliwangi, yang dilaksanakan di Aula Rektorat Lt. 2 Unsil yang dihadiri, Sekretaris Dirjen Penguatan Inovasi Kemristek Dikti DR. Hadirin Suryanegara, MAP., Rektor Unsil Prof. Dr. Ir. H.Rudi Priyadi, MS., Para Pimpinan Perbankan, Senat/Anggota, Wakil Rektor, Kepala Biro dan Kepala satua Pengawas Internal di Lingkungan Unsil Tasikmalaya, Unsur Muspida, TNI, Polri, dan para undangan, (3/11/2016). Dengan Tema “Bahan Bakar Dan pestisida dari hasil dan limbah tanaman”.   

Sementara itu, Guru Besar Tetap Unsil Prof. Dr., Ir., H. Budy Rahmat, MS., mengatakan, Tanaman adalah mesin bagi usaha atau industri pertanian yang bekerja sangat efisien, yaitu dengan proses fotosintetis CO2 dan H2O dibentuk menjadi zat senyawa awal sederhana C6H12O6 (glukosa) disertai pengikatan energi cahaya matahari sebagai sumber energi prima di jagat raya. Energi kimia yang telah terkandung dalam hasil tanaman itu bisa di manfaatkan untuk melaksanakan berbagai aktivitas kehidupan umat manusia, mulai dari denyut jantung, kedip mata, berpikir, hingga gerak semua anggota badan; dan memenuhi kebutuhan nutrisi segenap organisme lainnya di muka bumi ini. Selain sebagai pangan, fitokimia juga untuk keperluan sandang, obat-obatan, bahan bakar, dan lain-lain banyak lagi.
Penelitian yang saya laksanakan adalah sekelumit bagian solusi untuk mengatasi peningkatan masalah yang dihadapi oleh Umat manusia, meliputi; Rumitnya penanganan sampah dan Limbah, Penggunaan pestisida tidak ramah lingkungan; dan Penyediaan energi dari sumber tidak terbarukan. Salah satu contoh; Mereduksi Limbah Menjadi Biogas; Kebijakan pengelola sampah di Indonesia selama lebih dari 30 tahun hanya bertumpu pada pendekatan kumpul-angkut-buang yang mengandalkan keberadaan tempat pembuangan akhir (TPA), dengan terbitnya UU Nomor 18 tahun 2008, Kebijakan diubah dengan pendekatan Reduce at source dan resource recycle melalui penerapan 3R (reuce, recycle, reduce). Lebih lanjut PP Nomor 81 tahun 2012 yang mengatur bahwa penanganan sampah ada lima tahap; pemilahan, pengumpulan, pengangkutan, pengolahan, dan pemrosesan akhir sampah dilakukan oleh lapisan masyarakat serta didasarkan pada kebijakan.
Pengelolaan sampah dapat diminimalkan dengan pengelolaan sampah yang terpadu ialah, mengkonversi sampah menjadi energi (waste to energy). Salah satu energi yang dihasilkan dari sampah adalah biogas. Teknologi Biogas adalah salah satu alternatif menuju produksi bersih, berfokus pada pengurangan limbah, sejak awal di semua level, meliputi ; rumah tangga, restoran, peternakan, rumah sakit, dan lian-lain. Limbah merupakan salah satu indikator inefisiensi, maka keberhasilan upaya ini adalah penghematan biaya produksi secara signifikan, demikian, Orasi Ilmiah ini yang disampaikan pada acara Pengukuhan Jabatan Guru Besar.  

Dalam sambutannya, Rektor Unsil mengatakan, Keluarga Besar Unsil bersyukur  kepada Alloh Swt, dan menyambut gembira atas disampaikannya Orasi Ilmiah dalam rangka pengukuhan Guru Besar, karena hal tersebut merupakan salah satu peristiwa penting bidang Akademik di Unsil. Sudah sekian lama Unsil tidak menyelenggarakan upacara pengukuhan Guru Besar, kurang lebih 7 tahun terakhir tahun 2009.
Karena Orasi Ilmiah merupakan barometer kemajuan profesionalitas staf akademi di perguruan tinggi. Ekspiktasi masyarakat pada guru besar atau Profesor boleh dikatakan sangat besar, profesor dipandang memiliki kapasitas intelektualitas yang tinggi, kompetensi profesor dalam bidangnya juga dinilai mumpuni, sejumlah peraturan dan perundang-undangan memperkuat persepsi publik.
Pasal 1 ayat 3 Undang-undang No. 14 tahun 2005, tentang Guru dan dosen menyebutkan Profesor adalah jabatan fungsional tertinggi bagi Dosen yang masih mengajar dilingkungan pendidikan tinggi, pasal 49 menyebutkan beberapa fungsi profesor yaitu, menulis buku serta menyebar luaskan gagasannya untuk mencerahkan masyarakat. Jumlah Guru Besar di perguruan tinggi menjadi salah satu barometer kredibilitas perguruan tinggi, hal itu tampak jadi kepercayaan pemerintah atau institusi lain dalam kesiapan kerjasama.
Jumlah Guru Besar di Unsil sebelumnya berjumlah 8 orang dan Alhamdulillah hari ini menjadi 9 Guru Besar di Unsil, sebagai berikut, FKIP 3 orang, Fakultas Ekonomi 2 orang, Faperta 3 orang, dan Fakultas Tehnik 1 orang, demikian jelasnya.

Kemristek Dikti DR. Hadirin menyampaikan, Orasi Ilmiah tadi cukup luar biasa berkenaan dengan pertanian, kalau lihat pada Nawacita Presiden Jokowi yang harus dikuatkan pada sektor pertanian dan ketahanan pangan, oleh karena itu potensi daerah yang ada lingkungan Priangan timur ini, subur sekali, tanahnya bagus, cuacanya bagus, mudah-mudahan hasil risetnya itu lebih aplikatif dan bermanfaat bagi manusia. Oleh karena itu pada pembangunan secara nasional pada hari ini bahwa bagaiman riset itu dikembangkan, sebab barang-barang produk luar negeri yang hasilnya cukup, apalagi dengan masa MEA ini, ini cukup membanjiri kita semua, sementara potensi alam itu luar biasa, persoalan kita akhirnya masuklah peneliti-peneliti asing. Kalau lihat pada tujuan negara yang paling utama sebetulnya ada dua sisi, pertama bagaiman meningkatkan ketahanan keamanan dan kedua ketahanan pangan, inilah kalau membaca dengan seksama, demikian.
(mdt1-2).  
Share:

0 komentar:

Posting Komentar

Total Tayangan Halaman

Arsip Blog

Media Tasik