Rabu, 27 Februari 2019

HMI Gelar Diskusi Publik Menuju Pemilu Damai dan Berkualitas


Kota Tasikmalaya
Mediatasik.com. Bertempat disalahsatu rumah makan di Jalan BKR, Kota Tasikmalaya, Mahasiswa yang tergabung dalam  Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Lafran Siliwangi Tasikmalaya menggelar diskusi publik dengan tema "Pemilu Damai dan Berkualitas" (26/02/2019)

Adapun sebagai narasumber Ketua KPU Kota Tasikmalaya, Ade Zaenul Muttaqin, Komisioner Bawaslu Kota Tasik, Rino Sundawa Putra dan perwakilan dari Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Tasikmalaya.

Banyu Giri Setra selaku Ketua HMI Komisariat Universitas Siliwangi menjelaskan, kegiatan tersebut bertujuan memberikan wawasan dan pemahaman kepada peserta yang mayoritas kaum millenial agar lebih arif dan bijak dalam menyerap informasi yang tiada henti bertebaran di jejaring social media.
Memang banyak sekali isu-isu hoax yang tersebar dalam kontestasi pemilu 2019 ini. Begitupun untuk meningkatkan daya partisipatif masyarakat dalam pemilu nanti. Sehingga pemilu yang damai dan berkualitas bisa tercapai, terlebih mahasiswa sebagai kaum intelektual memiliki peran strategis dalam mengawal proses demokrasi sehingga keberlangsungan pemilu dapat berjalan kondusif dan berkualitas, jelasnya kepada media.

Pada kesempatan itu, Ketua KPU Kota Tasik, Ade Zaenul Muttaqin menegaskan bahwa mahasiswa merupakan kelompok terpelajar yang memiliki peran strategis dalam memberi pencerahan kepada masyarakat. KPU juga, kata Ade, memiliki program khusus sosialisasi dan pendidikan pemilih kepada pemilih pemula yang di dalamnya ada mahasiswa.
Sehingga kita bisa bekerjasama dengan organisasi mahasiswa baik intra kampus maupun ekstra kampus dalam sosialisasi kepada masyarakat, tegasnya.
Ia pun mengajak masyarakat untuk bersama-sama menyambut dan merayakan pesta demokrasi lima tahunan ini dengan penuh suka cita, riang gembira dan terbebas dari tajamnya sentimentil serta dualisme cebong dan kampret yang saat ini telah meluas. Jangan sampai pemilu menghasilkan masyarakat yang terbelah, harapannya.

Menurut, Komisioner Bawaslu Kota Tasik, Rino Sundawa Putra mengatakan, mahasiswa sebagai kaum intelektual harus memiliki kepiawaian dalam menyerap berbagai informasi. Mahasiswa akan punya filter. Dalam asumsi ini mahasiswa tidak akan mudah dipengaruhi berita hoax untuk kepentingan tertentu tanpa berfikir dampak yang ditimbulkan, katanya.

Rino juga mengapresiasi kegiatan diskusi dan dialog publik yang digagas mahasiswa tersebut. Terlebih melibatkan bawaslu. Hal ini menjadi kesempatan bagi bawaslu untuk menjelaskan kedudukan hoax dalam pemilu.

Dari sisi regulasi bagaimana kewenangan bawaslu menindaklanjuti dugaan pelanggaran yang berkaitan dengan penyebaran hoax. Intinya melalui forum ini bawaslu bisa menjelaskan kepada mahasiswa bahwa langkah pertama saat menerima informasi itu harus verifikasi, dicek, atau jika enggan menanggapi, cukup (berita itu) berhenti di kita, supaya tidak meluas, ucapnya. (mdt 1/2).

Share:

0 komentar:

Posting Komentar

Total Tayangan Halaman

Media Tasik