Kamis, 05 April 2018

Kota Banda Aceh Pelajari PEMKAB. Tasikmalaya Atasi Penyakit Sosial Masyarakat.

Kabupaten Tasikmalaya
Mediatasik.com. Pemerintah Daerah Kabupaten Tasikmalaya menerima kunjungan kerja dari Pemerintah Kota Banda Aceh Provinsi Aceh yang dipimpin oleh Wakil Waliokota Banda Aceh Drs. H. Zainal Arifin di Gedung Negara Pendopo Lama Kabupaten Tasikmalaya, (4/4/2018).

Kedatangan rombongan disambut oleh Asisten Administrasi Umum Kabupaten Tasikmalaya H. Atik Sobari, SH, MH., Staf ahli Bupati Tasikmalaya Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia Drs.Iing Faridz Khozin, M.Si. Turut hadir, Ketua Forom Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Dr. H. Edeng Zainal Abidin dan Ketua Majelis Ulama (MUI) Kabupaten Tasikmalaya KH. Uta Wijaya.

Kunjungan kerja tersebut dilaksnakan dalam rangka bertukar pengalaman terkait upaya-upaya pencegahan pendangkalan akidah dan penanganan penyakit masyarakat.
Menurut Wakil Walikota Banda Aceh Zainal Arifin, di Banda Aceh Paska diterapkannya Syariat Islam dalam pemerintahan, telah banyak kemajuan yang dicapai, tetapi di sisi lain terjadi tantangan dalam lingkungan sosial antara lain munculnya fenomena Lesbian Gay Bisek dan Transgender (LGBT), anak punk, Pekerja Seks Komersial (PSK) Online dan maraknya penggunaan narkoba di kalangan anak muda.
“Alhamdulilah kami telah berhasil mencapai kondisi keamanan yang semakin kondusif, kami melaksanakan Syariat Islam yang Rahmatan Lil Alamin, kondisi wilayah kami telah benar-benar aman, jika ada anggapan Aceh itu masih tidak aman, kami pastikan itu tidak benar. Saat ini kami membutuhkan masukan dari Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya untuk mengatasi masalah penyakit sosial di tengah masyarakat kami, “kata Zainal Arifin.

Menanggapi persoalan tersebut, Staf ahli Bupati Tasikmalaya Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia Drs.Iing Faridz Khozin, M.Si., menjelaskan, berdasarkan pengalaman, Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya melaksanakan penanganan masalah penyakit sosial dengan mengedepankan kerjasama seluruh elemen masyarakat, terutama dengan mengikutsertakan ulama di dalamnya.
“Terdapat 840 Pesantren yang tersebar di 39 Kecamatan Kabupaten Tasikmalaya, kami maksimalkan keberadaan pesantren sebagai benteng pertahanan moral masyarakat. Alhamdulilah masalah sosial dapat kami atasi, “jelas Iing. 

Iing menambahkan, dalam membina generasi muda Pemerintah Daerah Kabupaten Tasikmalaya melaksanakan program pendidikan yang berbasiskan Pendidikan Agama Islam seperti program magrib mengaji dan program Ajengan Masuk Sekolah (AMS).
Dalam kesempatan tersebut diagendakan peninjauan ke lapangan ke Pondok Pesantren Suryalaya Kecamatan Pagerageung Kabupaten Tasikmalaya untuk melihat secara langsung tempat rehabilitasi korban narkoba, tambah Iing. (mdt. 1-2).
Share:

0 komentar:

Posting Komentar

Total Tayangan Halaman

Arsip Blog

Media Tasik